Showing posts with label Sejarah. Show all posts
Showing posts with label Sejarah. Show all posts

Friday, November 20, 2015

Latihan Soal Sejarah Masa Pasca Kemerdekaan

Soal
1 A. Apakah maksud dari Revolusi Fisik Bangsa Indonesia?
   B. Kapan berlangsungnya Revolusi Fisik Bangsa Indonesia?
   C. Ditandai dengan peristiwa apakah awal dan akhir Revolusi Fisik Bangsa Indonesia?
2 A. Apakah isi TRITURA?
   B. Kapan dikeluarkannya TRITURA?
   C. Pihak manakah yang mengeluarkan TRITURA?
   D. Berkaitan dengan peristiwa apakah dikeluarkannya TRITURA?
3. Jelaskan 2 alasan mengapa pemberontakan PRRI/Permesta adalah pemberontakan daerah terkuat/terbesar di Indonesia?
4. Jelaskan masing-masing 3 cara keras dan lunak yang ditempuh tokoh-tokoh G 30 S/PKI untuk mencapai tujuannya!
5. Tulislah naskah Proklamasi Republik Indonesia!

Jawaban:
1 A. Maksud dari Revolusi Fisik Bangsa Indonesia adalah perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia secara keras(dengan senjata/pertempuran) dari serangan musuh terutama Belanda

1 B. Berlangsungnya Revolusi Fisik Bangsa Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945-27 Desember 1949(sejak Proklamasi Kemerdekaan hingga pengakuan kedaulatan Indonesia oleh Belanda)

1 C. awal Revolusi Fisik Bangsa Indonesia adalah saat Proklamasi Kemerdekaan dan berakhir pada penyerahan/pengakuan Belanda pada Indonesia di Den Haag, Belanda

2 A. Isi TRITURA adalah:
        1. Bubarkan PKI dan ormas-ormasnya
        2. Perombakan kabinet
        3. Perbaikan ekonomi, terutama penurunan harga bahan sandang dan bahan pangan

2 B. TRITURA dikeluarkan pada tanggal 10 Januari 1966

2 C. Pihak yang mengeluarkan TRITURA adalah para mahasiswa

2 D. TRITURA dikeluarkan berkaitan dengan meletusnya peristiwa G 30 S/PKI

3. 2 alasan pemberontakan PRRI/Permesta adalah pemberontakan daerah terbesar karena:
    - Sebagian besar tokoh dan pemberontak adalah angkatan bersenjata(ABRI)
    - Para pemberontak memperoleh bantuan senjata dan alat perang lain dari AS(pesawat tempur dan pilotnya)

4. 3 cara keras dan lunak yang dilakukan oleh anggota G 30 S/PKI untuk mencapai tujuannya adalah:
    3 cara keras:
       - Sabotase rel kereta api yang mengakibatkan banyak kecelakaan kereta api
       - Menyerang kantor pemerintahan tingkat II (Gubernur) di Jawa Timur dan merusak bahkan berencana membunuh Gubenur Jawa Timur.
       - Menangkap dan membunuh petinggi-petinggi TNI AD

    3 cara lunak:
       - Masuk kedalam pemerintahan(Duduk dalam kursi-kursi kabinet)
       - menyusup ke dalam ABRI, organisasi politik, dan organisasi kemasyarakatan
       - melakukan agitasi dan propaganda, dilakukan dengan cara menguasai unsur-unsur pers seperti Kantor Berita Antara Dan Persatuan Wartawan Indonesia

5. Naskah teks Proklamasi

                           Proklamasi
        Kami Bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia
        Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain akan diselenggarakan dengan seksama dan dalam tempo sesingkat-singkatnya 
                                                                                                                      Jakarta 17 Agustus 45
                                                                                                                atas nama Bangsa Indonesia 


                                                                                                                          Soekarno-Hatta

Thursday, August 13, 2015

Arti-arti Bidang Sejarah

Negara Pasundan, adalah salah satu negara bagian dari negara federal Republik Indonesia Serikat (RIS) yang didirikan oleh Belanda pada tanggal 24 April 1948. Letaknya di bagian barat Pulau Jawa (sekarang DKI Jakarta, Provinsi Jawa Barat dan Banten) dan beribu kota di Bandung.

KNIL adalah singkatan dari bahasa Belanda; het Koninklijke Nederlands-Indische Leger, atau Tentara Kerajaan Hindia Belanda. Meskipun KNIL melayani pemerintahan Hindia Belanda, banyak di antara anggota-anggotanya yang adalah penduduk bumiputra di Hindia Belanda dan orang-orang Indo-Belanda, bukan orang-orang Belanda.

Komando Daerah Militer III/Siliwangi (sering disingkat Kodam III, Kodam Siliwangi, atau Kodam III/Siliwangi) merupakan Komando Kewilayahan Pertahanan yang meliputi provinsi Jawa Barat dan provinsi Banten.

Republik Indonesia Serikat, disingkat RIS, adalah suatu negara federasi yang berdiri pada tanggal 27 Desember 1949 sebagai hasil kesepakatan tiga pihak dalam Konferensi Meja Bundar: Republik Indonesia, Bijeenkomst voor Federaal Overleg (BFO), dan Belanda.

Angkatan Perang RIS (APRIS) yang merupakan gabungan antara TNI dan KNIL. Pada tanggal 17 Agustus 1950, RIS dibubarkan dan Indonesia kembali menjadi negera kesatuan, sehingga APRIS berganti nama menjadi Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI).

Front Demokrasi Rakyat disingkat FDR adalah sebuah front persatuan partai-partai dan organisasi sayap kiri yang pernah ada dalam waktu singkat di Indonesia, didirikan pada bulan Februari 1948. Yang termasuk di dalam FDR adalah Partai Komunis Indonesia, Partai Sosialis, Partai Buruh Indonesia, SOBSI dan Uni Petani. Pemimpin FDR adalah Amir Sjarifuddin.

Sentral Organisasi Buruh Seluruh Indonesia (SOBSI) adalah federasi serikat buruh permanen yang pertama kali dibentuk di Indonesia.

Monday, July 27, 2015

Peristiwa Seputar Proklamasi Kemerdekaan

Kemerdekaan Indonesia bisa dikatakan pada masa penjajahan Jepang, hal ini juga tidak lepas dari campur tangan bangsa Jepang yang pada dasarnya memberikan janji palsu kepada kita namun secara tidak langsung membantu kita dalam merumuskan dasar-dasar untuk mencapai kemerdekaan.
Berikut akan saya jabarkan beberapa peristiwa seputar Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

  1. Pembentukan Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia(BPUPKI)
    Setelah Pulau Saipan jatuh ketangan Sekutu pada tahun 1944, juga pasukan Jepang di Papua Nugini, Kepulauan Solomon, dan Kepulauan Marshall berhasil dipukul mundur oleh Sekutu, Jepang mulai terlihat kewalahan menghadapi Sekutu.
    sehingga pada tanggal 1 Maret 1945, Letnan Jendral Kumakici Harada(Pemimpin Pasukan Jepang di Jawa) mengumumkan pembentukan Badan Penyelidik Usaha-usaha Peresiapan Kemerdekaan Indonesia yang dalam bahasa Jepang disebut Dokuritsu Junbi Cosakai dan diketuai oleh dr. K.R.T. Radjiman Wediodiningrat.
    Pada tanggal 28 Mei 1945 diadakan upacara peresmian BPUPKI yang bertempat di Gedung Cuo Sangi In(sekarang Gedung Departemen Luar Negeri) dalam upacara ini dikibarkan Bendera Jepang lalu disusul dengan pengibaran Bendera Merah Putih.
      Perumusan Dasar Negara Indonesia
      Sidang BPUPKI pertama membahas mengenai perumusan Undang-Undang Dasar negara. Sehingga, dr. Radjiman Wediodiningrat meminta pandangan para anggota mengenai konsep dasar negara Indonesia Merdeka
      Rumusan pertama dikemukakan oleh Mr. Muh. Yamin, Muh. Yamin menyampaikan pendapatnya pada tanggal 29 Mei 1945 yang disebut "Lima Azas Dasar Negara Kebangsaan Republik Indonesia"
      1. Peri Kebangsaan 
      2. Peri Kemanusiaan

      3. Peri Ketuhanan

      4. Peri Kerakyatan

      5. Kesejahteraan Rakyat
      Rumusan kedua dikemukanan oleh Prof Dr. Mr. Soepomo pada tanggal 31 Mei 1945 yang berisi

      1. Persatuan

      2. Kekeluargaan

      3. Keseimbangan

      4. Musyawarah

      5. Keadilan Sosial
      Rumusan ketiga dikemukakan oleh Ir. Soekarno pada tanggal 1 Juni 1945, dimana pada hari terakhir sidang pertama ini Soekarno menjelaskan pula nama yang digunakan untuk Dasar Negara Indonesia, Soekarno memberikan 3 nama yatu Pancasila, Trisila, dan Eksila, dimana akhirnya Pancasila digunakan sebagai nama dasar negara. Berikut isi dari lima dasar negara yang diusulkan oleh Soekarno








      1. Kebangsaan Indonesia

      2. Internasionalisme atau Perikemanusiaan

      3. Mufakat atau Demokrasi

      4. Kesejahteraan Sosial

      5. Ketuhanan yang Maha Esa 

       
       

       

       


    Tuesday, May 19, 2015

    Latihan Soal Sejarah 3

    Latihan Soal Sejarah

    1a. Apakah pengertian perang dingin
    1b. Apakah pengertian keimin bunka shidoso
    2. Bagaimanakah pengertian nasionalisme menurut Hans Kohn
    3. Apakah tujuan Jepang mengebom pangkalan militer angkatan laut AS di Pearl Harbour
    4. Jelaskan mengapa dengan jatuhnya Pulau Saipan maka PM Tojo jatuh
    5. Berilah satu contoh tindakan dalam hidup sehari hari yang tercermin akulturasi
    6. Jelaskan mengapa PDRI dibentuk
    7. Jelaskan mengapa pemerintahan pelarian tidak jadi dibentuk
    8. Apakah pengertian masa revolusi fisik Bangsa Indonesia
    9. Siapakah pimpinan delegasi RI dalam KMB
    10. Jelaskan 10 cara menghargai jasa pahlawan

    JAWABAN:
    1a. Perang dingin adalah perang yang tidak melibatkan aksi militer secara langsung
    1b. Keimin bunka shidoso adalah lembaga kebudayaan bentukan jepang yang khusus bekerja untuk mengasah keterampilan dan memperluas wawasan kesenian bangsa indonesia
    2. Nasionalisme menurut hans kohn adalah mengemukakan nasionalisme sebagai kemauan hidup bersama
    3. Tujuan Jepang menyerang pangkalan militer AS di Pearl Harbour adalah mempermuda Jepang menguasai wilayah-wilayah di Asia Tenggara
    4. Jatuhnya pulau saipan berakibat dalam jatuhnya Perdana Menteri Tojo karena ketidakpercayaan rakyat terhadap PM Tojo hal ini karena Tokyo dapat dibom langsung dari Pulau Saipan
    5. Memberikan sajian(kebudayaan Indonesia asli) berupa buah setiap bulan purnama bagi pengikut ajaran Budha Kong Hu Chu(budaya Budha)
    6. PDRI dibentuk karena ditangkapnya pimpinan Indonesia pada waktu itu yaitu Soekarno dan Hatta oleh Belanda, agar Pemerintahan Indonesia tidak hilang, maka Presiden Soekarno memerintahkan Syarifudin Prawiranegara untuk membentuk pemerintahan darurat di Yogyakarta
    7. Pemerintahan pelarian tidak jadi dibentuk karena Kabinet Hatta yang pada waktu itu tertangkap oleh Belanda, berhasil mengadakan perundingan Roem-Royen sehingga dapat memimpin Indonesia kembali
    8. Masa revolusi fisik Bangsa Indonesia merupakan masa yang cukup berat bagi bangsa Indonesia karena disamping harus berjuang mempertahankan kemerdekaan yang telah diraihnya harus juga berjuang mewujudkan negara kesatuan RI.
    9. Pimpinan delegasi RI dalam KMB adalah Drs. Moh. hatta
    10. Rajin belajar mengikuti, upacara dengan baik, sebagai muda mudi yang baik kita harus menjauhi narkoba, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia dengan benar, anti korupsi, tidak menerima budaya luar dengan mudah

    Wednesday, April 22, 2015

    Latihan Soal Sejarah

    Dalam post ini, kalian akan mendapatkan soal-soal tentang

    1. Proklamasi Republik Indonesia
    2. Pendudukan Jepang di Indonesia
    3. Akulturasi Budaya Indonesia
    4. Perang Dunia
    Soal:
    1. Bagaimana bunyi Teks Proklamasi Republik Indonesia?
    2. Tuliskan syair lagu kebangsaan kita! Sertai dengan judul lagunya!
    3. Jelaskan penyebab pertentangan golongan muda dan golongan tua menjelang proklamasi Republik Indonesia?
    4. Jelaskan akibat pendudukan Jepang dibidang:
      1. Politik
      2. Ekonomi
    5. Gambarlah yang menunjukkan hasil akulturasi kebudayaan Indonesia asli dengan:
      1. Budha
      2. Islam
      Serta uraikan kebudayaannya!
    6. Jelaskan penyebab khusus Perang Dunia 1 dan Perang Dunia 2
    7. Kelompok apakah yang muncul untuk mencari kawan menjelang Perang Dunia 1?
    8. Jelaskan mengapa AS pencetus lahirnya LBB namun tidak bergabung menjadi anggota LBB?
    9. Jelaskan mengapa negara-negara yang netral di Perang Dunia 1 akhirnya menjadi ikut terlibat dalam Perang Dunia 1?
    10. Bagaimana sikap Pemerintah Belanda terhadap organisasi pergerakan nasional dengan adanya peristiwa Malaise
    Jawaban:
    1. Bunyi Teks Proklamasi Republik Indonesia:
                                                                   Proklamasi
      Kami bangsa indonesia dengan ini menjatakan Kemerdekaan Indonesia.
      Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan dengan tjara seksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.
      Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05

      Atas nama bangsa Indonesia.

      Soekarno/Hatta.
    2. Indonesia Raya
      Indonesia Tanah Airku
      Tanah tumpah darahku
      Disanalah aku berdiri
      Jadi pandu ibuku
      Indonesia kebangsaanku
      Bangsa dan tanah airku
      Marilah kita berseru
      Indonesia bersatu

      Hiduplah tanahku, hiduplah Negeriku
      Bangsaku rakyatku semuanya
      Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya
      Untuk Indonesia Raya
      Indonesia Raya, merdeka, merdeka
      Tanahku, Negeriku yang kucinta
      Indonesia Raya merdeka, merdeka
      Hiduplah Indonesia Raya
    3. Pertentangan golongan muda dan tua menjelang Proklamasi Republik Indonesia karena
      • Pendapat Golongan Muda:
        • Indonesia lebih baik mencapai kemerdekaan dengan usahanya sendiri
        • Indonesia sudah lama sekali menantikan kemerdekaan
        • Adanya berita menyerahnya Jepang terhadap Sekutu
      • Pendapat Golongan Tua:
        • Menunggu berita kekalahan Jepang secara resmi
        • Menunggu janji Jepang mengadakan sidang PPKI kedua
    4. Akibat pendudukan Jepang dibidang:
      1. Politik, banyak Organisasi Pergerakan Nasional Indonesia yang dibubarkan dan diganti dengan Organisasi bentukan Jepang yang mudah diawasi oleh Jepang.
        Selain itu, Organisasi ini juga menguntungkan karena anggotanya yang beranggotakan orang Indonesia, bisa dengan mudah berkomunikasi dengan para pejuang di luar kota melalui alat komunikasi Jepang
      2. Ekonomi, dibidang ekonomi, Rakyat Indonesia dirugikan karena adanya eksploitasi sandang dan pangan yang dilakukan Jepang terhadap rakyat, kekurangan pangan, mengakibatkan rakyat Indonesia kelaparan dan mudah terserang penyakit, lalu kekurangan sandang juga mengakibatkan rakyat menggunakan karung goni untuk pakaian sehingga banyak yang sakit dan tidak sedikit yang meninggal.
    5. Gambarlah yang menunjukkan hasil kebudayaan Indonesia asli dengan:
      1. Budha, 
        • Brahma Vihara di Bali yang terdapat undak-undak(kebudayaan Indonesia Asli) untuk mencapai kepuncak Vihara dimana dipuncak Vihara ada arca Budha(kebudayaan Budha)
      2. Islam
        • Makan Imogiri yang berundak-undak(kebudayaan Indonesia Asli) dimana di batu nisan nya terdapat tulisan arab(kebudayaan Islam)
    6. Penyebab khusus Perang Dunia 1 adalah dibunuhnya Pangeran Franz Ferdinand dari Hongaria-Austria dibunuh oleh kelompok teroris Serbia, Gavrilo Princip di Sarajevo tahun 1914
    7. Penyebab khusus Perang Dunia 2 adalah, Jerman menyerang Polandia pada 1 September 1939 dan anggota LBB seperti Inggris dan Perancis menyerang Jerman pada 3 September 1914. Sedangkan di Pasifik, Jepang menyerang Pearl Harbor, pangkalan militer AS terbesar di Hawai, yang membuat AS bergabung dengan Sekutu dan melawan Jerman, Jepang, dan Italia(terutama Jepang)
    8. Kelompok yang muncul untuk mencari kawan menjelang Perang Dunia 1 adalah Triple Alliance yang beranggotakan Jerman, Austria-Hongaria, Italia. dan Triple Entente yang beranggotakan Inggris, Perancis, dan Rusia
    9. AS pencetus lahirnya LBB namun tidak bergabung menjadi anggota LBB karena adanya perbedaan pendapat antara Kongres dan Senat di Amerika Serikat, namun Presiden Woodrow Wilson menyatakan bergabung secara pribadi
    10. Negara-negara yang netral di Perang Dunia 1 akhirnya menjadi ikut terlibat dalam Perang Dunia 1. Seperti AS yang awalnya netral, ia bergabung karena kapal dagang AS yang ditembak oleh kapal selam Jerman. Selain AS, Rumania bergabung karena tawaran Blok Entente yang menjanjikan wilayah besar di Transylvania dan Banat
    11. Sikap Pemerintah Belanda terhadap organisasi pergerakan nasional dengan adanya peristiwa Malaise adalah Pertama, akibat krisis ekonomi atau malaise yang melanda dunia, memaksa Hindia Belanda untuk bertindak reaksioner dengan tujuan menjaga ketertiban dan keamanan. Dalam rangka kebijakan itu, pemerintah Hindia Belanda mengeluarkan beberapa pasal karet dan exorbitante rechten secara lebih efektif. Kedua, diterapkannya pembatasan hak berkumpul dan berserikat yang dilakukan pengawasan ekstra ketat oleh polisi-polisi Hindia Belanda yang diberi hak menghadiri rapat-rapat yang diselenggarakan oleh pattai politik. Selain itu juga dilakukan pelarangan bagi pegawai pemerintah untuk menjadi anggota partai politik. Ketiga, tanpa melalui proses terlebih dahulu Gubernur Jenderal dapat menyatakan suatu organisasi pergerakan atau kegiatan yang dilakukannya bertentangan dengan law and order sesuai dengan Koninklijk Besluit tanggal 1 September 1919. Peraturan itu merupakan modifikasi dari pasal 111 R.R. (Regrering Reglement). Keempat, banyak tokoh pergerakan kebangsaan di Indonesia yang diasingkan, seperti Soekarno, Hatta, dan Syahrir.

    Thursday, March 5, 2015

    Latian Soal Sejarah

    Latian Soal UTS SMA Katolik Santa Agnes
    1. Jelaskan 5 cara yang ditempuh Jepang untuk menarik simpati rakyat Indonesia pada awal kedatangannya di Indonesia
    2. Jelaskan 5 cara yang ditempuh bangsa Jepang untuk menarik simpati rakyat Indonesia pada saat Jepang terdesak sekutu di Perang Dunia 2
    3. Jelaskan dampak pendudukan Jepang dalam bidang:
      A. Politik
      B. Ekonomi
    4. Jelaskan kesengsaraan rakyat Indonesia pada saat penjajahan Jepang yang tergabung dalam:
      A. Romusha
      B. Jugun ianfu
    5. Jelaskan penyebab meletusnya pemberontakan PETA di Blitar pada jaman penjajahan Jepang
    6. Jelaskan penyebab meletusnya pemberontakan PETA di Aceh pada masa penjajahan Jepang
    7. A. Apakah pengertian akulturasi
        B. Berilah masing masing 2 contoh akulturasi kebudayaan Indonesia asli dengan Hindu, Indonesia asli dengan Budha, Indonesia asli dengan Islam,  Indonesia asli dengan Eropa. Serta uraikan kebudayaan itu
    Jawab:
    1. 5 cara yang ditempuh Jepang untuk menarik simpati rakyat Indonesia pada awal kedatangannya di Indonesia adalah:
    • Jepang menyatakan sebagai saudara tua negara Indonesia
    • Jepang menyatakan serumpun dengan Indonesia
    • Jepang menyatakan akan melepaskan Indonesia dari jajahan Belanda
    • Jepang menyatakan Indonesia akan dimasukkan dalam kemakmuran Asia Timur Raya
    • Jepang tidak bersikap keras pada Indonesia (sekitar 3 bulan)
    2. 5 cara yang ditempuh Jepang untuk menarik simpati rakyat Indonesia pada saat terdesak oleh tentara Sekutu adalah:
    • Jepang membentuk BPUPKI
    • Jepang membentuk PETA 
    • Jepang membentuk PPKI 
    • Jepang menjanjikan kemerdekaan Indonesia kelak kemudian hari
    • Indonesia boleh mengibarkan Bendera Merah Putih disamping bendera Jepang
    • Bangsa Indonesia boleh menyanyikan Indonesia Raya sesudah menyanyikan lagu kebangsaan Jepang
    3. A. Dampak di bidang politik adalah didirikannya organisasi yang anggota bahkan pengurusnya bisa diduduki warga pribumi dalam organisasi-organisasi ini pemimpin atau tokoh Indonesia bisa menyebarkan rasa nasionalisme kepada rakyat
        B. Dampak di bidang ekonomi adalah Jepang menjalankan sistem ekonomi autarki yang berarti wilayah atau daerah harus dapat memenuhi kebutuhan sendiri dan kebudayaan Jepang
    4. A. Kesengsaraan anggota Romusha adalah mereka harus bekerja tanpa makanan dan minuman dan juga tanpa istirahat, tidak jarang mereka sakit dan dibiarkan hingga meninggal
        B. Kesengsaraan anggota Jugun Ianfu adalah mereka dilecehkan oleh pasukan Jepang dan mereka juga dibawa di medan perang dan bila sakit mereka dibiarkan hingga meninggal
    5. Penyebab meletusnya pemberontakan PETA di Blitar pada masa penjajahan Jepang karena persoalan pengumpulan padi, para anggota Romusha dan Heiho dipaksa bekerja hingga melebihi batas peri kemanusiaan, para anggota PETA yang  merupakan Rakyat pribumi tidak terima, selain itu para pelatih juga bersifat angkuh dan merendahkan prajurit-prajurit PETA
    6. Penyebab meletusnya pemberontakan PETA di Aceh pada masa penjajahan Jepang karena sifat angkuh dan kejam tentara Jepang terhadap rakyat dan prajurit Indonesia yang tergabung dalam PETA
    7. A. Akulturasi adalah proses yang disebabkan masuknya satu atau lebih budaya asing dan melebur bersama budaya lokal
        B. Indonesia asli dan Hindu
    - Candi Arjuna yang merupakan peninggalan kerajaan Hindu (budaya Hindu) yang bentuk bangunannya berundak undak (budaya Indonesia asli)
    - Candi Prambanan yang bangunannya berundak undak (budaya Indonesia asli) di dalam salah satu candi terbesarnya terdapat arca Dewa Siwa (budaya Hindu)
             Indonesia asli dan Budha
    - pada Candi Borobudur bangunan yang berundak undak (budaya Indonesia asli) juga terdapat stupa yang di dalamnya terdapat Arca Budha (budaya Budha)
    - Brahmavihara di Singaraja Bali yang terletak di bukit, bentuk bangunannya berundak undak (budaya Indonesia) yang disana terdapat Patung Budha (budaya Budha)
             Indonesia asli dan Islam
    - Masjid Demak (budaya Islam) dengan atap ganjil (budaya Indonesia)
    - Kyai yang meninggal didoakan secara Islam (budaya Islam) lalu dimakamkan (budaya Indonesia asli)
    Indonesia asli dengan Eropa
    - Batik (budaya Indonesia asli) yang dibuat dalam bentuk hem (budaya Eropa)
    - Gereja Katedral (budaya Eropa) Jakarta bentuk bangunannya berundak undak (budaya Indonesia asli)

    Thursday, February 26, 2015

    Perlawanan Tentara PETA pada Jaman Penjajahan Jepang

    Pemberontakan PETA

    Perlawanan PETA di Blitar (29 Februari 1945)
        Perlawanan ini dipimpin oleh Syodanco Supriyadi, Syodanco Muradi, dan Dr. Ismail. Perlawanan ini disebabkan karena persoalan pengumpulan padi, Romusha maupun Heiho yang dilakukan secara paksa dan di luar batas perikemanusiaan. Sebagai putera rakyat para pejuang tidak tega melihat penderitaan rakyat. Di samping itu sikap para pelatih militer Jepang yang angkuh dan merendahkan prajurit-prajurit Indonesia. Perlawanan PETA di Blitar merupakan perlawanan yang terbesar di Jawa. Tetapi dengan tipu muslihat Jepang melalui Kolonel Katagiri (Komandan pasukan Jepang), pasukan PETA berhasil ditipu dengan pura-pura diajak berunding. Empat perwira PETA dihukum mati dan tiga lainnya disiksa sampai mati. Sedangkan Syodanco Supriyadi berhasil meloloskan diri.

    Perlawanan PETA di Meureudu-Pidie, Aceh (November 1944)
        Perlawanan ini dipimpin oleh Perwira Gyugun Teuku Hamid. Latar belakang perlawanan ini karena sikap Jepang yang angkuh dan kejam terhadap rakyat pada umumnya dan prajurit Indonesia pada khususnya.

    Perlawanan PETA di Gumilir, Cilacap (April 1945)
        Perlawanan ini dipimpin oleh pemimpin regu (Bundanco), Kusaeri bersama rekan-rekannya. Perlawanan yang direncanakan dimulai tanggal 21 April 1945 diketahui Jepang sehingga Kusaeri ditangkap pada tanggal 25 April 1945. Kusaeri divonis hukuman mati tetapi tidak terlaksana karena Jepang terdesak oleh Sekutu.

    Friday, February 6, 2015

    Pendudukan Militer Jepang di Indonesia

    Perlawanan Selama Pendudukan Militer Jepang di Indonesia

    1. Perlawanan Secara Kooperatif
        Perlawanan ini dilakukan karena Jepang sangat membatasi organisasi yang ada di Indonesia, namun Jepang mendirikan beberapa organisasi hanya untuk kepentingan perang nya, oleh karena itu, para tokoh Indonesia yang tergabung dalam organisasi ini akhirnya menggunakan organisasi ini sebagai media meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan di seluruh Indonesia
            A. Poetera
                     Poetera dibentuk pada tanggal 16 April 1943, dimana dipimpin oleh 4 serangkai yaitu Ir. Soekarno, Moh. Hatta, Ki Hajar Dewantara, K.H. Mas. Mansyur. Organisasi ini awalnya bertujuan untuk menarik dan menyiarkan segala hal mengenai kemenangan Jepang di perangnya, namun oleh tokoh 4 serangkai, semua alat/media komunikasi digunakan untuk menyiarkan dan meningkatkan rasa nasionalisme. Poetera juga dapat berkembang dengan cepat karena ada banyak organisasi-organisasi yang dibilang lebih kecil ikut bergabung, seperti Pengurus Besar Persatuan Guru Indonesia, Perkumpulan Pegawai Pos Menengah, dan masih banyak lagi. Organisasi ini mendapatkan biaya dari keuntungan yang didapat badan-badan perdagangan yang didirikan.
            B. Jawa Hokokai
                     Jawa Hokokai didirikan pada 1 Maret 1944, Jawa Hokokai dibentuk karena Poetera dibubarkan setelah Jepang menyadari bahwa Poetera lebih menguntungkan negara Indonesia. Poetera lebih mengarah pada usaha kemerdekaannya bukan kemenangan Jepang di perang asia timur raya. Jawa Hokokai dipimpin langsung oleh Gunseikan untuk tingkat pusat, dan di daerah dipegang/dipimpin oleh shucoken sampai kuco.
     Jawa Hokokai beranggotakan orang-orang Jepang dan Indonesia, baik bekerja di pemerintahan dan memiliki profesi tertentu, seperti Fujinkai yaitu Organisasi Wanita, Kyoiku Hokokai(Kebaktian Para Pendidik), dan Izi Hokokai yaitu Kelompok Dokter.
           C Majelis Islam A'la Ulama Indonesia(MIAI)
                     Kelompok Islam sangat didukung oleh Jepang karena dianggap anti bangsa barat, sehingga Jepang mengijinkan berlangsungnya organisasi MIAI yang sudah berdiri lama di Surabaya sejak 1937. Selain anti barat, MIAI juga merubah asas tujuan MIAI yaitu "turut bekerja dengan sekuat tenaga dalam pekerjaan membangun masyarakat baru untuk mencapai kemakmuran bersama di lingkungan Asia Raya dibawah Dai Nippo." Karena hanya satu-satunya organisasi islam di Indonesia, MIAI mendapat simpati yang amat luar biasa dari umat islam Indonesia. Kegiatannya berupa baitul mal(rumah zakat) dan melaksanakan peringatan hari-hari besar Islam menjadikan MIAI semakin maju. Oleh karena itu, Jepang mulai menaruh curiga kepada MIAI.
                     Jepang mulai mengawasi aktivitas para ulama agar tidak membahayakan Jepang, akhirnya  pada tahun 1943 diadakan pelatihan bagi para kiai untuk memastikan aktivitasnya tidak membahayakan. Pada bulan September 1943, organisasi islam yang lain seperti Nahdatul Ulama dan Muhammadiyah diizinkan berdiri kembali untuk melakukan kegiatan-kegiatan keagamaan dan sosial.
                     Pada Oktober 1943, MIAI dibubarkan dan diganti dengan organisasi baru bernama Majelis Syuro Muslimin Indonesia(Masyumi). Masyumi dipimpin oleh K.H. Hasyim Asy'ari sebagai Ketua Pengurus Besar. Wakil-wakilnya dari Muhammadiyah, yaitu K.H. Mas Mansyur, K.H. Farid Ma'ruf, K.H. Mukti, K.H. Hasyim, dan Kartosudarmo. Dari Nahdhatul Ulama, wakil-wakilnya ialah K.H. Nachrowi, Zainul Arifin, dan K.H. Mochtar. Meski terlihat bahwa para anggota organisasi Islam berjalan bersama dengan Jepang, namun ada juga yang melawan dan akhirnya mengundurkan diri dari organisasi.
    2. Perlawanan Bersenjata
              Perlawanan bersenjata yang dilakukan Bangsa Indonesia adalah
                    -   Perlawanan Cot Plieng, Aceh di bawah pimpinan Tengku Abdul Jalil
                    -   Perlawanan Rakyat Singaparna, Jawa Barat dipimin K.H. Zainal Mustafa pada 25                         Februari 1944
                    -   Perlawanan Rakyat Indramayu, Jawa Barat dipimpin H. Madriyas
                    -   Perlawanan Tentara PETA di Blitar di bawah pimpinan Syodanco Supriyadi pada 14                     Februari 1945
    3. Perlawanan Bawah Tanah
              Perlawanan ini berjalan dengan rapi dan sangat terorganisir, mereka diam dan bersembunyi untuk menghimpun kekuatan rakyat, mereka juga menjalin hubungan dengan para tokoh yang kooperatif dengan Jepang. Tindakan mereka bisa berupa sabotase dan perusakan terhadap sarana dan prasarana Jepang. Berikut beberapa contoh pergerakan yang dilakukan:
                    -   Kelompok Sutan Syahrir, anggotanya terdiri dari beberapa pelajar di beberapa kota,                       seperti di Jakarta, Cirebon, dan Surabaya.
                    -   Kelompok Kaigun yang dipimpin oleh Ahmad Soebardjo, anggotanya antara lain                           Mr.A.A Maramis, Sudiro, dan Wikana. Mereka adalah para pemuda yang memiliki                         hubungan dekat dengan Kepala Perwakilan Angkatan Laut(Kaigun) Laksamana                             Maeda
                    -   Kelompok Sukarni yang terdiri dari para pemuda anti Jepang yang tinggal di Asrama                     Menteng Jakarta. Anggotanya antara lain Chaerul Saleh, Adam Malik, dan Pandu                         Kartawiguna.
                    -   Kelompok Persatuan Mahasiswa yang terdiri dari mahasiswa kedokteran yang                             bermarkas di Jl. Prapatan No. 10 Jakarta. Tokoh-tokohnya antara lain Jusuf Kunto                       dan Syarif Thayeb
                    -   Kelompok Amir Syarifuddin merupakan kumpulan pemuda sosialis yang selalu                             menentang kebijakan pemerintah Jepang dengan tokoh utamanya Amir Syarifuddin

    Wednesday, February 4, 2015

    Pendudukan Militer Jepang di Indonesia

    Kebijakan-Kebijakan yang dibuat Pada Masa Pemerintah Pendudukan Jepang
         Jepang pertama kali datang ke Indonesia pada 1 Maret 1942, kedatangan Jepang sangat mendadak, hingga membuat Belanda kewalahan dalam melawan pasukan Jepang yang bergerak cepat. Hingga akhirnya pada 8 Maret 1942, Belanda menyerah tanpa syarat pada Jepang.
         Sejak saat itu, pendudukan Jepang mulai berjalan di Indonesia. Berikut merupakan kebijakan-kebijakan pemerintah Jepang di Indonesia

    Kebijakan Politik
            Pada masa pendudukan Jepang semua aktivitas politik sangat dijaga dengan ketat, namun Jepang juga membentuk beberapa organisasi seperti Gerakan Tiga A, Poetera, dan Jawa Hokokai. Semua organisasi ini dibentuk hanya untuk mempropagandakan Pemerintahan Pendudukan Jepang untuk menarik simpati rakyat Indonesia terhadap perang asia timur raya
            Gerakan Tiga A merupakan organisasi yang dibentuk berdasarkan semboyan Jepang yaitu Nippon Cahaya Asia, Nippon Pelindung Asia, Nippon Pemimpin Asia. Gerakan ini diketuai oleh Mr. Syamsuddin. Namun, karena gerakan ini dianggap kurang efektif, sehingga diganti oleh Jepang dengan Poesat Tenaga Rakyat(Poetera) yang dipimpin oleh tokoh-tokoh pejuang terkenal seperti Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, Ki Hadjar Dewantara, dan K.H. Mas Mansur. Namun karena dianggap lebih menguntungkan pihak Indonesia, maka oleh Jepang, organisasi ini dibubarkan dan diganti dengan Jawa Hokokai.
              Pada masa pemerintahan Jepang, Indonesia dibagi dalam 3 wilayah pemerintahan:
        Pemerintahan Militer Angkatan Darat (Tentara Ke-25) untuk Sumatera dengan pusatnya di Bukittinggi
        Pemerintahan Militer Angkatan Darat (Tentara Ke-16) untuk Jawa dan Madura dengan pusatnya di Jakarta
        Pemerintahan Militer Angkatan Laut(Armada Selatan Ke-2) untuk Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku dengan pusatnya di Makassar.
              Kepala pemerintahan disebut Gunseikan, di Jawa, Gunseikan dipimpin oleh Mayor Jenderal Seizaburo Okasaki, dan Panglima Tentara Ke-16 adalah Letnan Jenderal Hitoshi Imamura. Staf pemerintahan militer disebut Gunseikanbu, yang terdiri dari 5 macam departemen(bu).
        Departemen Urusan Umum (Sumobu)
        Departemen Keuangan(Zaimubu)
        Departemen Perusahaan, Industri, dan Kerajinan Tangan(Sangybou)
        Departemen Lalu Lintas(Kotsubu)
        Departemen Kehakiman(Shihobu)
               Meningkatnya Perang Pasifik membuat Jepang merubah sifatnya kepada negara jajahan, kebijakan itu berupa pemberian hak kepada orang pribumi untuk ikut dalam pemerintahan negaranya.
               Langkah pertama pengangkatan Prof. Dr. Husein Djajadiningrat sebagai Kepala Departemen Urusan Agama pada 1 Oktober 1943, Mas Sutardjo Kartohadikusumo dan R.M.T.A. Suryo yang masing-masing diangkat sebagai syucokan di Jakarta dan Bojonegoro. Pengangkatan 7 penasihat (sanyo) bangsa Indonesia dilakukan pada pertengahan bulan September 1943, yaitu:
          Ir. Soekarno untuk Departemen Urusan Umum (Somubu)
          Mr. Suwandi dan dr. Abdul Rasyid untuk Biro Pendidikan dan Kebudayaan Departemen Dalam Negeri (Naimubu-bunkyoku)
          Prof. Dr. Mr. Supomo untuk Departemen Kehakiman(Shihobu)
          Mochtar bin Prabu Mangkunegoro untuk Departemen Lalu Lintas (Kotsubu)
          Mr. Muh. Yamin untuk Departemen Propaganda (Sendenbu)
          Prawoto Sumodilogo untuk Departemen Ekonomi (Sangyobu)
             Pada tahun 1944, Kepulauan Saipan yang letaknya dekat dengan Kepulauan Jepang, berhasil dikuasai oleh Amerika, hal ini membuat kondisi yang cukup tegang baik di Jepang dan di negara-negara jajahannya. Akhirnya, Kabinet Tojo jatuh dan Jepang mengangkat Jenderal Kuniaki Koiso sebagai Perdana Menteri. Jenderal Koiso mempertahankan kekuasaannya di daerah jajahan dengan cara menjanjikan kemerdekaan dimasa depan.
              Setelah pertahanan Jepang kalah di Pasifik, Jepang membentuk Badan Penyelidikan Usaha-Usaha Kemerdekaan Indonesia/BPUPKI(Dokuritsu Jumbi Cosakai). Badan ini dibentuk untuk menyelidiki hal-hal yang diperlukan untuk mencapai Indonesia Merdeka. Badan ini diketuai oleh dr. K.R.T Radjiman Widyodiningrat.         
    Kebijakan Di Bidang Militer
              Setelah berbagai kekalahan dialami oleh pasukan Jepang, Jepang berusaha mencari pasukan dari negara jajahan, berikut beberapa organisasi dibidang militer bentukan Jepang
      Seinendan, dibentuk pada tangga 29 April 1943, Seinendan dibentuk bersamaan dengan ulang tahun kekaisaran Jepang, selain Seinendan, ada juga Keibodan yang dibentuk pada tangga 29 April 1943. Seinendan dibentuk agar para pemuda dapat menjaga tanah airnya. Anggota Seinendan adalah pemuda dengan usia 15-25 tahun, yang akhirnya diubah antara 14-22 tahun.
      Keibodan merupakan barisan bantuan polisi dengan tugas-tugas kepolisian, seperti penjagaan lalu lintas dan pengamanan desa. Anggotanya adalah pemuda usia 20-35 tahun, yang akhirnya diubah 26-35 tahun. Selain Keibodan, ada juga Kakyo Keibotai adalah organisasi untuk kalangan etnis China 
      Heiho dibentuk pada April 1943, Heiho dibentuk untuk menampung pemuda-pemuda yang mau membantu prajurit Jepang(Heiho) semua pemuda yang sehat, dan berkelakuan baik, berumur antara 18-25 tahun serta berpendidikan dasar minimal Sekolah Rakyat(Sekolah Dasar) berhak masuk Heiho.
      Pembela Tanah Air(PETA), diprakarsai oleh Gatot Mangkupraja, PETA memiliki 5 tingkatan
        Komandan Batalion (Daidanco), dipilih dari kalangan tokoh-tokoh masyarakat seperti pengawai pemerintah, pemimpin agama, pamong praja, politikus, dan penegak hukum
        Komandan Kompi(Cudanco), dipilih dari kalangan yang telah bekerja, tetapi belum mencapai pangkat yang tertinggi, seperti guru sekolah dan guru tulis.
        Komandan Pleton(Shodanco), dipilih dari kalangan pelajar-pelajar sekolah lanjutan
        Komandan Regu(Budanco), dipilih dari kalangan pemuda dari tingkatan sekolah dasar
        Komandan Sukarela(Giyubei), dipilih dari kalangan pemuda dari tingkatan sekolah dasar
      Fujinkai, adalah organisasai yang diberanggotakan para wanita.
    Kebijakan Sosial
             Dalam rangka meningkatkan kekuasaaan Jepang di Indonesia, Jepang membuat peraturan bahwa hanya bendera Jepang yang boleh dikibarkan di Jepang, lagu kebangsaan Jepang harus di nyanyikan dalam hari-hari besar, hanya boleh menggunakan tanggalan Jepang, menggunakan waktu Jepang(berbeda 90 menit antara Tokyo dan Jakarta), dan juga Rakyat Indonesia harus merayakan hari jadi Kekaisaran Hirohito.

    Kebijakan Ekonomi
            Dalam rangka mempertahankan wilayahnya, Jepang perlu membangun kubu-kubu pertahanan, hal ini dilakukan dengan cara menjadikan Rakyat Indonesia menjadi budak(Romusha), selain tenaga rakyat, Jepang juga mengambil aset-aset milik Belanda, mengontrol perkebunan dan pertanian rakyat, membuat kebijakan moneter dan perdagangan, dan sistem ekonomi perang.

    Kebijakan di Bidang Budaya
            Dalam bidang budaya, Pemerintah melarang penggunaan bahasa Inggris dan Belanda, dan menginjinkan Rakyat menggunakan Bahasa Indonesia untuk sekolah dan kehidupan sehari-hari, selain Bahasa Indonesia, Jepang juga mewajibkan pengajaran bahasa Jepang di sekolah-sekolah. Jepang juga mengendalikan semua media komunikasi, dimana semua itu digunakan untuk menyiarkan hal-hal berbau perang, dan mengandung unsur-unsur patriotisme yang didalamnya ada sanjungan mengenai Dai Nippon.
            Pusat kebudayaan yang didirikan pada masa pendudukan Jepang adalah Keimin Bunka Shidosho. melalui lembaga ini, pemerintah Jepang berharap agar kebudayaan Jepang dapat tumbuh di Indonesia.

    Kebijakan di Bidang Pendidikan.
            Jepang memberikan fasilitas sekolah kepada semua kalangan, tidak hanya golongan bangsawan, tapi juga rakyat kecil. Jepang juga membuat beberapa aturan dalam bidang pendidikan seperti:
                   -Penggunaan bahasa Melayu sebagai bahasa pengantar
                   -Pelarangan penggunaan bahasa Belanda dan Inggris
                   -Bahasa Jepang wajib dipelajari
                   -Penutupan beberapa perguruan tinggi, berikut perguruan tinggi yang masih ada pada                     jaman pendudukan Jepang: Perguruan Tinggi Kedokteran Jakarta, Akademi Pamong                     Praja Jakarta, Perguruan Tinggi Teknik Bandung, dan Pendidikan Tinggi Hewan Bogor
            Jepang juga membuat struktur kurikulum yaitu:
                   =Sekolah Rakyat dengan masa pendidikan 6 tahun, selain itu, ada juga sekolah desa                      atau sekolah pertama
                   =Sekolah Menengah Pertama dengan masa pendidikan 3 tahun
                   =Sekolah Menengah Tinggi dengan masa pendidikan 3 tahun


    Tuesday, February 3, 2015

    Pendudukan Militer Jepang di Indonesia

    Dampak Pendudukan Jepang di Indonesia
         Banyak sekali dampak yang terjadi di Indonesia karena kebijakan-kebijakan Jepang saat menjajah Indonesia. Berikut beberapa dampak nagatif dan positif dari penjajahan Jepang

    1.   Bidang Politik
          Pada masa pendudukan Jepang, banyak organisasi yang dibubarkan, Jepang sangat ketat dalam mengawasi berjalannya suatu organisasi, selain mengawasi, Jepang juga membuat organisasi seperti Gerakan Tiga A, Poetera, dan Jawa Hokokai. Gerakan ini dimaksudkan agar Jepang dapat mendapatkan simpati dari Rakyat Indonesia dalam perang asia timur raya, namun oleh para tokoh nasional, organisasi ini dijadikan wadah untuk memproklamasikan semangat kemerdekaan dan nasionalisme.
    2.   Bidang Sosial
          Kondisi sosial masyarakat Indonesia sangat memprihatinkan, semua sandang dan pangan dikuras habis oleh Jepang, banyak rakyat Indonesia yang kelaparan, kurang gizi, bahkan meninggal karena kelaparan. Rakyat Indonesia juga banyak yang menjadi korban keganasan Jepang melalui Romusha, mereka disuruh bekerja tanpa henti meskipun sudah 1 hari bekerja tanpa makanan, hingga akhirnya banyak yang meninggal dalam bekerja. Para wanita Indonesia banyak yang sakit dan menderita karena dilecehkan oleh tentara Jepang, tidak jarang mereka ditelantarkan setelah jatuh sakit dan akhirnya meninggal dunia.
    3.   Bidang Ekonomi
          Sistem Ekonomi Autarki yang sangat memberatkan rakyat membuat banyak yang kekurangan sandang dan pangan, sistem ini meminimalisir impor barang, namun produksi dalam negeri sangat minim, maka banyak yang akhirnya tidak terpenuhi dan merugikan Rakyat Indonesia. Seperti, bahan pangan, rakyat diharuskan menanam sendiri bahan pangan, dan pemerintah sangat membatasi impor, maka banyak terjadi kekurangan bahan pangan dan akhirnya rakyat kelaparan, kekurangan gizi, dan akhirnya banyak yang meninggal dunia.
          Dalam bidang sandang, pemerintah mengharuskan rakyat menanam kapas, namun hasilnya tidak mencukupi, sehingga sandang tidak terpenuhi. Sehingga, banyak orang Indonesia yang menggunakan baju compang camping dan tidak jarang mereka menggunakan baju dari karung goni(karung gula)
    4.   Bidang Militer
          Dalam bidang militer, Bangsa Indonesia sangat diuntungkan, karena rakyat Indonesia, khususnya kaum muda, bisa merasakan dan mengerti tentang militer, dimana hal ini bermanfaat untuk mencapai dan menjaga Kemerdekaan Indonesia di kemudian hari
    5.   Bidang Budaya
          Di sekolah-sekolah, banyak diajarkan Bahasa Jepang dan kebudayaan Jepang, penggunaan Bahasa Indonesia sebagai pengantar dibuat agar dapat menarik simpati masyarakat. Jepang juga mendirikan Komisi Penyempurnaan Bahasa Indonesia pada tanggal 20 Oktober, dengan susunan pengurus Mori(Kepala Kantor Pengajaran) Iciki, Mr. R. Suwandi, dan Mr. Sutan Takdir Alisyahbana.
    6.   Bidang Pendidikan
          Pada bidang pendidikan, masa pendudukan Jepang mengalami penurunan karena banyak sekolah yang ditutup oleh Jepang, dari yang semula 21.000 sekolah dasar, menjadi 13.500 sekolah, sekolah lanjutan dari 850 menjadi 20. Maka, jumlah kelulusan murid sekolah dasar di Indonesia menurun hingga 30%, dan jumlah kelulusan di tingkat lanjutan turun 90%.

    Tuesday, January 20, 2015

    Perlawanan Rakyat di Nusantara Terhadap Imperialisme dan Kolonialisme Barat

    1. Perlawanan Palembang 1811-1822
          Pada tahun 1804 Sultan Muhammad Baha'udin meninggal dunia dan digantikan oleh putranya, Sultan Mahmud Badaruddin
          Akibat jatuhnya VOC, monopoli Belanda di Palembang tidak dapat dipertahankan. Krisis ekonomi yang dihadapi pemerintah Hindia Belanda di Palembang, mempercepat peralihan kekuasaan ke tangan Inggris. Sebelum Jawa jatuh ke tangan Inggris sudah ada kontak antara Inggris dengan Palembang. Raffles menulis surat kepada Sultan Mahmud Baharudin agar menyingkirkan Belanda dan untuk keperluan itu Inggris akan memberi bantuan militer
         Tanpa menghiraukan tanggapan terhadap tawaran dari Inggris Sultan Mahmud Badaruddin menyerang loji Belanda dan meratakannya dengan tanah. Untuk menghadapi segala kemungkinan serangan, maka di tempat-tempat strategis didirikan benteng pertahanan, diantaranya Benteng Palembang yang dipasang ratusan meriam
         Walaupun pertahanan telah diperkuat, namun Palembang jatuh ke tangan ekspedisi Inggris dibawah pimpinan Gillespie pada tanggal 24 April 1812. Sultan mengungsi ke pedalaman. Dan pimpinan diambil alih oleh Pangeran Adipati Ahmad Najamuddin, Pangeran Najamudin mengadakan perjanjian dengan inggris. Perjanjian tersebut memutuskan Pangeran Adipati Ahmad Najamuddin diangkat menjadi sultan Palembang, sedangkan Inggris memperoleh Bangka dan Belitung sebagai daerah kekuasaannya.
         Sementara itu Sultan Badaruddin membangun pertahanan yang kuat di hulu Sungai Musi. Setelah pertahanan ini gagal, pertahanan dipindahkan ke Muara Rawas. Oleh karena aksi militer tidak mampu menundukkan Sultan Badaruddin, maka Inggris menempuh jalan diplomasi dan mengirim Robinson untuk berunding
         Pada tanggal 29 Juni 1812 ditandatangani perjanjian yang menetapkan Sultan Badaruddin sebagai Sultan Palembang, sedangkan Pangeran Adipati Ahmad Najamudin diturunkan tahta. Namun mendapat pengakuan kekuasaan Inggris atas Bangka dan Belitung. Sultan juga harus menanggung ongkos ekspedisi dan mengganti kerusakan benteng Belanda. Sedangkan Putra Sultan harus diamankan ke Jawa.
         Setelah Sultan Badaruddin kembali berkuasa, kekuasaannya tidak berjalan mulus karena adanya campur tangan Inggris yang membuat banyak pertentangan dalam keraton yang membuat kekuasaan sultan semakin kecil. Tanggal 4 Agustus 1813 Inggris mengeluarkan proklamasi yang berisi restorasi kedudukan Ahmad Najamudin sebagai Sultan. meskipun Badaruddin sudah tidak berkuasa, namun kewibawaannya tetap berpengaruh di masyarkat, hingga masa pendudukan Belanda kembali pada 1816 membuat Badaruddin kembali berkuasa.
         Belanda memberikan wilayah yang sama besar kepada Najamudin dan Badaruddin, namun Najamudin berusaha untuk merebut wilayah yang sebagian besar wilayah Belanda, karena dianggap berbahaya, maka Najamudin diasingkan ke Batavia. Lalu, para pengikut Badaruddin di Minangkabau dan Melayu yang ikut membantu Badaruddin di Sungai Musi melakukan perlawanan pada Belanda. Karena itu, Belanda meminta kepada Badaruddin untuk menghentikan aktivitas para pemberontak, dan menyerahkan putranya untuk dibawa ke Batavia.
         Namun Sultan menolak dan akhirnya menyerang kapal-kapal Belanda dan berhasil mengusir Belanda dari Palembang. Kemenangan ini mengunggah semangat daerah-daerah lain, maka muncul perlawanan dari daerah Lingga, Bangka, dan Riau.
         Sebelum menyerang Palembang, Belanda mengangkat Pangeran Prabu Anom (putra Najamudin) menjadi Sultan Palembang, dengan dukungan Sultan baru, Belanda menyerang pertahanan di Plaju, tetapi dipukul mundur oleh pasukan Badaruddin, dalam serangan yang kedua, Belanda berhasil merebut Plaju, sehingga membuka jalan ke Palembang.
         Pada tanggal 1 Juli 1821 kraton diduduki oleh Belanda. Sultan Badaruddin mengungsi ke hulu Sungai Musi untuk melanjutkan perlawanan. Setelah bertahan selama 8 bulan, ia ditangkap dan di asingkan ke Manado. Sehingga pada tahun 1821 berakhirlah perlawanan Palembang.

    Sumber: Buku Sejarah Kelas XI SMA, Penerbit Yudhistira