Tuesday, February 3, 2015

Pendudukan Militer Jepang di Indonesia

Dampak Pendudukan Jepang di Indonesia
     Banyak sekali dampak yang terjadi di Indonesia karena kebijakan-kebijakan Jepang saat menjajah Indonesia. Berikut beberapa dampak nagatif dan positif dari penjajahan Jepang

1.   Bidang Politik
      Pada masa pendudukan Jepang, banyak organisasi yang dibubarkan, Jepang sangat ketat dalam mengawasi berjalannya suatu organisasi, selain mengawasi, Jepang juga membuat organisasi seperti Gerakan Tiga A, Poetera, dan Jawa Hokokai. Gerakan ini dimaksudkan agar Jepang dapat mendapatkan simpati dari Rakyat Indonesia dalam perang asia timur raya, namun oleh para tokoh nasional, organisasi ini dijadikan wadah untuk memproklamasikan semangat kemerdekaan dan nasionalisme.
2.   Bidang Sosial
      Kondisi sosial masyarakat Indonesia sangat memprihatinkan, semua sandang dan pangan dikuras habis oleh Jepang, banyak rakyat Indonesia yang kelaparan, kurang gizi, bahkan meninggal karena kelaparan. Rakyat Indonesia juga banyak yang menjadi korban keganasan Jepang melalui Romusha, mereka disuruh bekerja tanpa henti meskipun sudah 1 hari bekerja tanpa makanan, hingga akhirnya banyak yang meninggal dalam bekerja. Para wanita Indonesia banyak yang sakit dan menderita karena dilecehkan oleh tentara Jepang, tidak jarang mereka ditelantarkan setelah jatuh sakit dan akhirnya meninggal dunia.
3.   Bidang Ekonomi
      Sistem Ekonomi Autarki yang sangat memberatkan rakyat membuat banyak yang kekurangan sandang dan pangan, sistem ini meminimalisir impor barang, namun produksi dalam negeri sangat minim, maka banyak yang akhirnya tidak terpenuhi dan merugikan Rakyat Indonesia. Seperti, bahan pangan, rakyat diharuskan menanam sendiri bahan pangan, dan pemerintah sangat membatasi impor, maka banyak terjadi kekurangan bahan pangan dan akhirnya rakyat kelaparan, kekurangan gizi, dan akhirnya banyak yang meninggal dunia.
      Dalam bidang sandang, pemerintah mengharuskan rakyat menanam kapas, namun hasilnya tidak mencukupi, sehingga sandang tidak terpenuhi. Sehingga, banyak orang Indonesia yang menggunakan baju compang camping dan tidak jarang mereka menggunakan baju dari karung goni(karung gula)
4.   Bidang Militer
      Dalam bidang militer, Bangsa Indonesia sangat diuntungkan, karena rakyat Indonesia, khususnya kaum muda, bisa merasakan dan mengerti tentang militer, dimana hal ini bermanfaat untuk mencapai dan menjaga Kemerdekaan Indonesia di kemudian hari
5.   Bidang Budaya
      Di sekolah-sekolah, banyak diajarkan Bahasa Jepang dan kebudayaan Jepang, penggunaan Bahasa Indonesia sebagai pengantar dibuat agar dapat menarik simpati masyarakat. Jepang juga mendirikan Komisi Penyempurnaan Bahasa Indonesia pada tanggal 20 Oktober, dengan susunan pengurus Mori(Kepala Kantor Pengajaran) Iciki, Mr. R. Suwandi, dan Mr. Sutan Takdir Alisyahbana.
6.   Bidang Pendidikan
      Pada bidang pendidikan, masa pendudukan Jepang mengalami penurunan karena banyak sekolah yang ditutup oleh Jepang, dari yang semula 21.000 sekolah dasar, menjadi 13.500 sekolah, sekolah lanjutan dari 850 menjadi 20. Maka, jumlah kelulusan murid sekolah dasar di Indonesia menurun hingga 30%, dan jumlah kelulusan di tingkat lanjutan turun 90%.

Sunday, February 1, 2015

Perwakilan Diplomatik

Pengertian Perwakilan Diplomatik

Perwakilan diplomatik adalah perwakilan yang kegiatannya mewakili negaranya dalam negara penerima atau suatu organisai internasional
Fungsi perwakilan diplomatik
  • Mewakili negara pengirim di dalam negara penerima 
  • Melindungi kepentingan negara pengirim dan warga negaranya di negara penerima dalam batas-batas yang diizinkan oleh hukum internasional 
  • Mengadakan persetujuan dengan pemerintah negara penerima 
  • Memberikan keterangan tentang kodnisi dan perkembangan negara penerima sesuai dengan undang-undang dan melaporkan kepada pemerintah negara pengirim 
  • Memelihara hubungan persahabatan antara kedua negara.
Tugas diplomat


  • Representasi yaitu selain mewakili pemerintah negaranya, ia juga dapat melakukan protes mengadakan penyelidikan pertanyaan dengan pemerintah negaranya



  • Negosiasi yaitu untuk mengadakan perundingan dengan negara di mana ia diakreditasi maupun di negara lain



  • Observasi yaitu untuk menelaah dengan teliti setiap kejadian atau peristiwa di negara penerima yang mungkin dapat mempengaruhi kepentingan negaranya



  • Proteksi yaitu untuk melindungi pribadi, harta benda dan kepentingan-kepentingan warga negaranya yang berada di luar negeri



  • Persahabatan yaitu untuk meningkatkan hubungan persahabatan antara negara pengirim dengan negara penerima, baik di bidang ekonomi, kebudayaan maupun ilmu pengetahuan dan teknologi.

  • Wewenang Diplomat


  • Menetapkan kebijaksanaan pelaksanaan kegiatan perwakilan diplomatik



  • Mengeluarkan peraturan yaang diperlukan dalam penyelenggaraan dan penyempurnaan kegiatan perwakilan



  • Melakukan tindakan-tindakan otorisasi dan berwenang mengatur penggunaan anggaran

  • Syarat – Syarat Pembentukan Perwakilan Diplomatik


  • Secara garis besar, ada dua syarat pembentukan suatu perwakilan diplomatik, yaitu:

    1. Harus ada kesepakatan antara kedua belah pihak: Hal ini secara eksplisit sudah dinyatakan dalam Pasal 2 Konvensi Wina 1961, yang menyatakan bahwa pembentukan hubungan diplomatik antar negara harus dilakukan dengan persetujuan bersama. Persetujuan bersama tersebut dituangkan
    2. Harus berdasarkan prinsip – prinsip hukum internasional yang berlaku. Setiap negara dapat melakukan hubungan atau pertukaran perwakilan diplomatik didasarkan prinsip – prinsip hukum yang berlaku dan prinsip timbal balik (resiprositas). Hal ini ditegaskan oleh Von Glahn dalam bukunya Law Among Nations yang mengatakan bahwa : “Dasar hukum setiap hubungan diplomatik adalah harus ada persetujuan dari negara penerima, perwakilan asing tersebut, negara penerima harus meletakkan ketentuan – ketentuan yang mengatur status hukum dan kegiatan diplomatik asing yang bersangkutan. Ketentuan mana harus dilandasi dengan prinsip – prinsip hukum internasional yang berlaku.
    Jenis-jenis Diplomatik



  • Diplomasi Preventive



  • Diplomasi Penyelesaian Konflik



  • Diplomasi Persahabatan



  • Diplomasi Demokratis
  • Monday, January 26, 2015

    Macam-Macam Kerjasama Internasional

    Berdasarkan jumlah negara yang mengikuti kerja sama, dapat dibedakan menjadi tiga
    macam bentuk kerja sama, yaitu:


    1. Kerja sama bilateral
      Kerja sama bilateral adalah kerja sama yang dilakukan antara dua negara. Kerja sama ini biasanya dalam bentuk hubungan diplomatik, perdagangan, pendidikan, dan kebudayaan.
    2. Kerja sama regional
      Kerja sama regional adalah kerja sama yang dilakukan oleh beberapa negara dalam suatu kawasan atau wilayah. Kerja sama ini biasanya dilakukan karena adanya kepentingan bersama baik dalam bidang politik, ekonomi, dan pertahanan. Contoh kerja sama regional antara lain:
      - ASEAN
      - Liga Arab
    3. Kerja sama multilateral
    4. Kerja sama multilateral adalah kerja sama yang dilakukan beberapa negara. Contoh kerjasama ini antara lain Perserikatan Bangsa-Bangsa.
    Berdasarkan bidangnya, kerjasama antar negara dapat dibedakan menjadi:

    1. Kerjasama Bidang Ekonomi
    2. Kerjasama Ekonomi adalah kerjasama yang menititik beratkan pada kepentingan ekonomi negara-negara anggotanya, contohnya:
      • APEC(Asia Pacific Economic Communication), yaitu kerjasama ekonomi yang dilakukan negara-negara di Asia dan Pasifik
      • MEE(Masyarakat Ekonomi Eropa), yaitu kerjasama yang dilakukan oleh negara-negara Eropa
    3. Kerjasama Bidang Sosial
    4. Kerjasama ini adalah kerjasama antar negara yang berjalan dibidang sosial, contohnya
      • WHO(World Health Organization) adalah kerjasama yang dilakukan oleh PBB untuk mengatur masalah kesehatan di dunia
      • UNICEF(United Nation Children and Education Fund) adalah organisasi dibawah PBB yang berjalan di bidang pembiayaan sekolah-sekolah di negara kurang mampu
      • ILO(International Labour Organization) yaitu organisasi dibawah PBB yang mengatur masalah Buruh/tenaga kerja
    5. Kerjasama Bidang Politik/Pertahanan
    6. adalah kerjasama yang mengarah pada kerjasama pada bidang pertahanan
    • SEATO(South East Asia Treaty Organization) adalah organisasi di Asia Tenggara untuk membentung paham komunisme
    • ANZUS(Australia, New Zealand,dan United State)adalah organisasi yang digunakan untuk membentuk arus komunisme di kawasan AS, Australia, dna Selandia Baru
    • NATO(North Atlantic Treaty Organization) adalah organisasi di kawasan Atlantik utara untuk membentung arus komunisme
    • CENTO(Central Treaty Organization)adalah organisasi di kawasan Timur Tengah untuk membentung arus komunisme
    • Pakta Warzawa adalah organisasi yang dibentuk Uni Soviet untuk membendeng pengaruh AS di Eropa